Headlines News :

Kecamatan Candung Juara Umum MTQ Nasional Tingkat Kabupaten

Kecamatan Candung berhasil meraih juara umum pada lomba Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Nasional ke-36 tingkat Kabupaten. Atas keberhasilan itu, sekaligus Candung memperoleh piala bergilir dari Bupati. 

Kecamatan Candung mampu menyisihkan 15 Kecamatan lainnya, setelah berhasil meraih perolehan juara terbaik satu terbanyak dari 10 kategori cabang yang dilombakan dengan 687 peserta. "Ke sepuluh cabang yang diikuti antara lain, cabang tilawah, tartil, hafiz, khatt, tafsir, kitab standar, fahmil, syahril qur'an, khutbah dan adzan serta makalah ilmiah al-qur'an, "kata Dewan Hakim MTQ Edi Zalman. 

Menurut Edi Zalman, setelah Candung disusul dengan juara dua Kecamatan Baso, peringkat tiga Ampek Angkek, harapan satu Tilatang Kamang, harapan dua Banuhampu dan harapan ketiga oleh Kecamatan Malalak. 

Pada ajang MTQ tahun ini, Kecamatan Malalak naik peringkat secara signifikan dari peringkat 16 menjadi peringkat 6. Terkait dengan itu, Bupati Agam Indra Catri usai penutupan MTQ Nasional ke-36 tingkat Kabupaten Agam, Selasa malam (11/11) di Malalak, mengatakan MTQ merupakan bagian dalam upaya membentuk manusia beriman, bertakwa dan membentuk kader bangsa yang berkarakter. "Kita mengharapkan MTQ yang digelar ini, tidak hanya sedekar seremonial saja, tapi berdampak pada pembentukan karakter generasi mendatang. Dengan capaian menciptakan manusia unggul yang memiliki pendidikan, pengetahuan dan keterampilan sehingga al-qur'an membumi di tengah kehidupan masyarakat, " jelasnya. 

Sumber 

Aplikasi Android yang boros Baterai, Memori dan Lemot

Aplikasi Android yang Boros Baterai
Terlepas dari seberapa andal hardware smartphone Anda, menginstal terlalu banyak aplikasi memiliki potensi untuk membuat performa ponsel Anda menurun. Terlebih lagi, ada beberapa aplikasi memakan daya baterai terlalu banyak.

Nah, baru-baru ini pengembang virus AVG merilis daftar beberapa aplikasi yang memakan terlalu banyak sumber daya hardware.

AVG menganalisis data dari 1 juta penggemar Android yang tidak disebutkan namanya yang memasang aplikasi AVG. Nah, aplikasi mana saja yang dimaksud, ini dia daftarnya.

Aplikasi yang bikin lemot

  1. Facebook
  2. Path
  3. 9GAG Funny Pics & Video
  4. Instagram
  5. Spotify Music
  6. BBM
  7. QQ
  8. textPlus Free Text & Calls
  9. Wattpad Free Books & Stories
  10. iFunny :)

Aplikasi yang boros baterai yang berjalan di Start up

  1. AllshareCast Dongle S/W Update (Samsung)
  2. ChatON Voice & Video Chat (Samsung)
  3. Beaming Service for Beeb'nGo (Moheam)
  4. magicApp : Free Calls (magiclak VocalTec)
  5. Samsung WatchNO Tables
  6. Facebook
  7. Path
  8. PPS for Mobile
  9. Vault-Hide SMS Pics & Videos
  10. Al-Moazin Lite Prayer Times
Aplikasi yang makan banyak memori
  1. NT Times
  2. Tango Messenger
  3. Spotify Music
  4. Facebook
  5. Chrome Browser
  6. 9GAG 
  7. Instagram
  8. LINE Camera
  9. Vine
  10. Talking Angela

Murid PAUD-TK Agam ikut lomba kreatifitas anak


Lomba Kreatifitas Anak PAUD TK Agam

Sebanyak 105 murid pendidikan anak usia dini (PAUD) dan taman kanak-kanak (TK) di Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar), mengikuti lomba kreativitas anak, Selasa.

Ketua Pelaksana Lomba Kreatifitas Anak Yenni Syofridel di Lubuk Basung, Selasa, mengatakan, para murid ini berasal dari 15 kecamatan dan masing-masing kecamatan mengutus sebanyak tujuh orang peserta.
"Mereka yang dikirim ini merupakan peserta yang berhasil keluar sebagai juara pada tingkat kecamatan yang diadakan tidak lama ini," kata Yenni Syofridel.

Ia menambahkan, para peserta akan mengikuti enam cabang perlombaan seperti lomba menari, bernyanyi, menggambar, kolase, senam dan membaca surat pendek.

Bagi juara satu, kata dia, akan mewakili Kabupaten Agam pada lomba kreasi anak tingkat Provinsi Sumbar di Mifan Padang Panjang pada 17 November 2014.

Pada lomba kreasi anak tingkat Sumbar pada 2013, Kabupaten Agam berhasil keluar sebagai juara umum dan pada tahun ini pihaknya berharap Kabupaten Agam mempertahankan juara umum.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Agam Fauzir menambahkan, kegiatan ini merupakan program tahunan dari Disdikpora Kabupaten Agam dalam menampilkan minat dari generasi penerus Kabupaten Agam.

"Kami berharap dengan kegiatan ini talenta mereka berkembang nantinya," katanya.

Sumber : antarasumbar.com

Penolakan Pembangunan RS Siloam Makin Kuat

Padang– Dukungan terhadap penolakan rencana pembangunan Rumah Sakit Siloam oleh Lippo Karawaci Group di Kota Padang semakin kuat. Meski pemerintah Kota Padang tetap ngotot, sejumlah ormas Islam dan puluhan LSM sepakat tidak akan mudur dalam perjuangan tersebut. 

Belum ada kejelasan mengenai kepastian agenda rencana proyek Lippo Grup di Kota Padang, namun arus penolakan terhadap pembangunan super blok Siloam terus mengalir. Masyarakat, ormas Islam, dan LSM bakal mati-matian bakal mempertahankan setiap jengkal tanah Ranah Minang. 

Walhi Sumatera Barat mendesak Pemerintah Kota Padang untuk segera membatalkan izin pembangunan Super Blok Lippo Siloam tersebut, karena masih belum ditemukan adanya izin lingkungan terhadap pembangunan super block Siloam. 

Sementara itu Ketua Bidang Fatwa MUI Sumatera Barat Buya Gusrizal Gazahar mengaku alasan masyarakat Minangkabau menolak pembangunan RS Siloam karena mempertahankan aqidah masyarakat Minangkabau. Penolakan harus dilakukan Sebagai upaya preventif sebelum terjadinya musibah akidah di Minangkabau. 

Menurutnya, pembangunan Super Blok Lippo Siloam oleh Lippo Group berindikasi kepada kristenisasi berkedok investasi, dan berdampak negatif terhadap akidah umat Islam di Sumatera Barat. Selain itu, juga berpotensi merusak nilai-nilai Adat Basandi Syara’ Syara’ Basandi Kitabullah, Syara’ Mangato Adat Mamakai,katanya. 

Ketua Majelis Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Sumbar, Masfar Rasyid Sumatera Barat, mengatakan sampai saat ini belum ada kejelasan tentang izin amdal terhadap superblock tersebut muncul dari SKPD yang terkait.Setiap kali meminta kejelasan tentang izin tersebut keterangan pun berbeda-beda. 

Ibnu Aqil D Gani sebagai Wakil Ketua Forum Masyarakat Minang juga menolak Super­block Lippo Group. Menurut Ibnu Aqil pihaknya tidak hanya menolak RS Siloam, tapi juga setiap yang berhubungan dengan Lippo Karawaci Group, karena akan mengancam aspek ekonomi, budaya, hukum, bundokanduang, pendidikan masyarakat di Minangkabau,ungkapnya. 

“Banyak efek negatif yang ditimbulkan dengan hadirnya Supeblock Lippo Group. Mungkin saat ini tidak dirasakan,” tutur Ibnu. 

Izin mendirikan bangunan (IMB) yang sudah di keluarkan Dinas Tata Ruang TRTB Kota Padang terhadap PT. Surya Perkasa Lestari untuk pembangunan rumahsakit, sekolah, dan mall, dengan nomor 351/IMB/II/LTII/PU.04/13 tersebut tanpa kajian lingkungan. 

Penolakan juga datang dari Forum harmonisasi umat beragama, pembangunan super block Siloam akan mengancam keharmonisan umat beragama di Sumatera Barat. Potensi konflik umat beragama tersebut akan mudah tersulut. 

Pembangunan rumah sakit Siloam akan diganti nama dengan Minangkabau hospital tidak akan merubah misi kristenisasi di Sumatera Barat, yang akan menyerang dari berbagai lini. Desakan penolakan masyarakat harus menjadi pertimbangan Wali Kota Padang. 

Beberapa organisasi kemahasiswaan Padang pun mengadakan rapat guna menggalang penolakan rencana pembangunan super block Siloam. Meraka adalah Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), KBMM, IPM dan Pemuda Muhammadiyah serta PPI. 

sumber : seputarsumbar.com

Penderita DBD di Agam capai 98 Orang

Penderita DBD di Agam
Lubukbasung, Penderita demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Agam, Sumatera Barat periode Januari sampai Oktober 2013 sudah mencapai 93 orang.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Agam, Indra di Lubuk Basung, Sabtu, mengatakan para penderita ini tersebar di Kecamatan Lubukbasung, Tanjung Raya, Matur, Ampek Angkek, Baso, Banuhampu dan lainnya.

"Ini berdasarkan data yang kita peroleh dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lubukbasung dan sejumlah Puskesmas," kata Indra.
Untuk menekan penyebaran DBD, Dinkes Agam melakukan fogging atau pengasapan di daerah tersebut dengan menurunkan tim dari Dinkes Kabupaten Agam.

Melakukan survei jentik nyamuk aedes aegyti di kantor pemerintahan dan sekolah.

Lalu, melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar melakukan pola hidup bersih dengan cara tiga M yakni, menguras bak mandi, menimbun kaleng bekas dan menutup penampungan air.

"Sosialisasi ini telah kita adakan di daerah rawan DBD, karena ini bisa memutus mata rantai perkembangan nyamuk aedes aegyti," katanya.

Nyamuk aedes aegyti pembawa virus DBD mudah berkembang biak di air tergenang yang tidak tersentuh dengan tanah, seperti bak penampungan air dan kaleng bekas yang terbuka.

Ciri-ciri nyamuk penyebab penyakit DBD adalah badan kecil, berwarna hitam dengan bintik-bintik putih.

Selain itu, suka menggigit atau menghisap darah pada siang hari dan hinggap di pakaian yang bergantung di dalam kamar, bersarang dan bertelur di genangan air jernih di dalam dan sekitar rumah.

"Bak mandi, tempat minum burung, pot bunga dan dispenser merupakan tempat yang disukai nyamuk aedes aegyti," katanya.

Ia mengakui, jumlah kasus DBD di Kabupaten Agam tiap tahun mengalami peningkatan. Pada tahun 2012 berjumlah sebanyak 80 kasus DBD dan tahun 2011 sebanyak 50 kasus DBD.

Sumber : Antara Sumbar

Walikota Bukittinggi : RSUD Segera Diwujudkan

Walikota Bukittinggi H. Ismet Amzis
Bukitinggi, Rencana Pemko Bukittinggi membangun se­buah Rumah Sakit Umum Dae­rah (RSUD) mulai diwu­jud­kan. Hal itu diungkapkan Wali Kota Bukittinggi Ismet Amzis dalam sidang paripurna Ran­cangan Peraturan Daerah (Ran­perda) tentang Pembentukan Dana Cadangan Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bukittinggi Senin (30/9). 

Sidang dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Bukittinggi, H. Darwin. Hadir Muspida, SKPD, camat dan lurah se-Bukittinggi. Wali kota menjelaskan, menga­cu kepada Permendagri no 21 tahun 2011 tentang pedoman keuangan daerah, kepada pem­da diberikan kesempatan dalam mengelola anggaran untuk mem­bentuk dana cadangan. 

Berangkat dari latar bela­kang tersebut, Pemko Bukit­tinggi untuk pertama kalinya pada APBD Perubahan 2013 membentuk dana cadangan, sebagai upaya memenuhi kebu­tuhan pendanaan. 

“Pembangunan RSUD yang semestinya kita miliki, dalam rangka memenuhi kewajiban dasar kepada masyarakat kota, sesuai empat pilar prioritas pembangunan kota yang telah dirumuskan dalam Rencana Pembangunan Jangka Me­nengah Daerah (RPJMD) ta­hun 2011 s/d 2015,” kata Ismet. 

Menurut Ismet, pem­ba­ngun­­an sebuah rumah sakit, tentu membutuhkan dana yang cukup besar, disamping me­nyediakan lahan, pemba­ngunan fisik serta sarana pra­sarana dan pe­ralatan medis. “Secara jujur, ha­rus diakui pembagunan RS­UD ini 100 persen dibebankan kepa­da APBD. Tentu kita tidak akan mampu mengingat keter­bata­san sumber ke­uangan,” ujarnya. 

Pembentukan dana ca­dang­an ini merupakan langkah awal mewujudkan cita-cita pem­bangunan RSUD tersebut. “Un­tuk itu, secara bersama kita bertekad melakukan langkah konkret mecarikan sumber pembiayaan lain di luar APBD seperti APBN dan dan hibah ser­ta donatur resmi sesuai ke­ten­tuan yang berlaku,” ungkap Ismet. 

Langkah awal pembentukan dana cadangan pembangunan RSUD tersebut akan berlang­sung dalam kurun waktu selama tiga tahun, yakni 2013, 2014, 2015, dengan harapan tahun 2015 mendatang telah terhim­pun dana sebesar Rp70 miliar untuk bisa terealisasi. 

“Ini merupakan tanggung jawab kita bersama dan komit­men yang tegas untuk diwujud­kan ke dalam Perda dengan ha­ra­pan pembangunan RSUD dapat direalisasikan demi kepen­­tingan warga kota khu­susnya dan masyarakat umum­nya,” harap Ismet. 

Wakil Ketua DPRD Bukit­tinggi Darwin sangat mendu­kung realisasi pembentukan dana cadangan pembangunan RSUD tersebut dengan meng­anggarkan dana setiap tahunnya melalui APBD serta dituangkan dalam Perda. Hal itu sebagai langkah per­wujudan pembangunan RSUD tersebut. “Rasanya sudah sepan­tasnya Bukittinggi yang terbilang kota kesehatan mem­punyai RSUD, sebagai ma­nifes­tasi pelayanan terhadap warga kota,” sebut Darwin. 

Darwin menyebutkan, sebe­tulnya rencana pembangunan RSUD merupakan wacana dari DPRD bersama Pemko Bukit­tinggi. Hanya saja dalam pem­bangunan RSUD merupakan ranah dari eksekutif untuk me­realisasikannya. “Sesuai dengan fungsinya, dewan pada lintas fraksi me­nyetujui rencana pembangunan RSUD tersebut dengan pem­bentukan dana cadangan secara bertahap. 

Total pembiayaan sebesar Rp70 miliar yang akan diwujudkan tahun 2016 men­datang,”jelasnya.

Sumber  : Padek
 

Facebook

Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Berita Agam | Kabupaten Agam - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Abu Rasyid
Proudly powered by Blogger